Dampak Negatif Televisi bagi Kehidupan Manusia

"Kalau aku suka meja tv minimalis ini, apa masalahmu?" teriak tv led layar datar ukuran 24 inch yang berada tepat di atas sebuah meja tv minimalis kepada sebuah lemari pakaian di sudut kamar yang luas itu. Lemari minimalis berisi sederet pakaian mahal yang digantungkan dengan hanger terbuat dari plastik yang jika dilihat sekilas sebening kristal yang menerima teriakan tersebut diatas diam saja. Mungkin dia diam karena tidak menyangka bahwa pesawat televisi layar datar tersebut akan meneriakinya sedemikian rupa sehingga dirinya menjadi kaget bukan kepalang. Lain dengan apa yang dirasakan oleh lemari pakaian minimalis tersebut diatas, meja tv minimalis yang digunakan untuk meletakkan tv led layar datar tersebut diatas berusaha sekuat tenaga menahan tawanya melihat betapa merah padamnya muka lemari minimalis yang kena teriakan si tv led layar datar yang ada tepat diatasnya.  Suasana hening sesaat sebelum akhirnya lemari pakaian minimalis yang merah padam mukanya tiba-tiba merasa geli dan kemudian tertawa terbahak-bahak seakan-akan menyukai teriakan si pesawat televisi tersebut di atas yang ditujukan kepadanya. Tertawa tersebut terdengar garing namun penuh kekuatan menertawakan yang entah darimana datangnya, yang jelas kekuatan tersebut telah menyatu di dalam tubuh si lemari pakaian minimalis yang bernasib sial tersebut diatas.

Lama berselang sesudah tertawa tersebut berlalu, si televisi led layar datar yang duduk di atas meja tv membuka percakapan kembali untuk meredakan suasana beku yang menyelimuti ruang kamar yang berada di apartement 3 kamar yang terlihat bersih karena dirawat oleh pemiliknya. Merasa ada perasaan menyesal yang terdengar dari nada suara yang dikeluarkan oleh si tv led layar datar tersebut diatas, lemari pakaian menanggapi percakapan tersebut dengan penuh semangat. Mereka berdua sibuk sekali bercakap-cakap atau istilahnya ngobrol ngalor-ngidul sampai-sampai mereka berdua lupa diri serta lupa bahwa mereka telah mengobrol dengan suara cukup keras.

"Braakkkkk!" 

Terdengar suara jendela kamar apartement tempat meja tv minimalis, tv led layar datar 24 inchi, dan lemari pakaian tersebut tinggal dibuka secara kasar oleh seorang lelaki yang telah mereka kenali sebagai pemilik apartement tersebut.

Mereka terkejut serta sontak terdiam karena mereka baru sadar kalau si pemilik apartement sudah datang dan masuk ke kamar dimana mereka tinggal tanpa mereka ketahui. Mereka baru sadar kalau mereka lalai sampai-sampai si pemilik apartement tersebut diatas mendengar percakapan mereka secara jelas dan tidak diragukan lagi kebenarannya.

Lelaki pemilik apartement tersebut di atas secara mendengar bahwa pesawat televisi yang belum lunas dikreditnya tersebut mengobrol dengan lemari pakaian miliknya menjadi sadar kalau hidupnya sudah tidak berarti lagi. Kesadaran tersebut diatas membuatnya merasa perlu untuk membuka semua pakaiannya dan kemudian setelah menarik nafas panjang melompat keluar dari jendela kamar apartement di lantai 12 miliknya yang sudah dibukanya tadi.

TAMAT

This content was posted on at Cerpen by Bagus Humawan