Gerhana Matahari di Langit Jakarta

Ayah Ardhani adalah seorang marketer di sebuah perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia. Perusahaan tersebut di atas membuka kantor cabang yang cukup besar di kota Jakarta. Jabatan ayah Ardhani cukup tinggi, yaitu wakil direktur. Dengan posisi tersebut di atas, wajar jika ayah Ardhani menerima penghasilan yang sangat besar, belum termasuk bonus yang menggiurkan dan acara jalan-jalan ke Athena 1 tahun sekali. Mengapa Athena? Karena pemilik perusahaan tersebut di atas merupakan pengagum goddes Athena yang menurut kabar dari mulut-kemulut merupakan alegoris dari kebijaksanaan dan kebenaran…

Pada suatu hari ayah Ardhani ditemukan tewas di ruangan kerjanya di kantornya. Pipi kanannya menempel di meja kerjanya sementara tangan kanannya yang juga ada di atas mejanya terlihat habis mendorong MacBook Pro 16 inch yang terjatuh di lantai. Dari mulutnya keluar air berbusa seperti muntahan orang yang mabuk kendaraan. Sementara itu, office boy yang sedianya hendak mengantarkan kopi pesanannya terlihat lunglai karena dialah saksi utama kejadian tersebut, hal ini karena dialah yang pertama kali menemukan ayah Ardhani yang tidak bernyawa di ruangan kerjanya tersebut di atas.

gerhana matahari

Sumber: Google Image

Ardhani yang masih berumur 6 tahun tidak mengerti kejadian apa yang menimpa ayahnya. Dia hanya tahu bahwa ayahnya meninggal karena dibunuh orang. Hal ini diceritakan secara hati-hati oleh ibunya yang menikah lagi dengan laki-laki pilihannya yang berbadan tegap dan berwajah tampan. Meskipun tidak seakrab dengan ayah kandungnya, pada akhirnya Ardhani dekat juga dengan ayah tirinya, bahkan mereka sering bermain basket di taman di lapangan dekat perumahan dimana mereka tinggal di Jakarta.

Ardhani menjalani hidupnya dengan penuh semangat. Setiap hari dia bangun pagi-pagi sekali, kemudian membersihkan tempat tidurnya, juga kamarnya pun tidak lepas dari kerapiannya. Setelah sarapan dan semuanya siap, maka berlari-larilah dia ke halte bus Trans Jakarta untuk pergi ke sekolah. Hal ini berlangsung bertahun-tahun hingga dia naik ke kelas 12. Saat ini mulailah dia berubah pola pikirnya karena sudah beranjak remaja atau bahkan mulai dewasa hanya tuhan yang tahu.

Ayah tiri Ardhani yang semula lembut dan penuh kasih sayang kepada ibunya Ardhani berubah kasar dan merongrong.

Ardhani mendengar ayah tirinya membentak ibunya saat meminta uang. Ibu Ardhani melawan sambil berteriak-teriak dan berkata bahwa ayah Ardhani harus bekerja lagi setelah mengganggur selama beberapa bulan ini. Terdengar suara keributan dari kamar ibu Ardhani. Ardhani segera berlari ke kamar ibunya, namun sesampainya di depan pintu kamar ibunya sekilas Ardhani melihat ibunya tergeletak miring dengan kondisi darah mengalir dari lehernya dan tidak bergerak lagi.

Ardhani terkesiap melihat pemandangan yang mengerikan tersebut di atas. Lututnya menjadi gemetar ketika dia melihat ayah tirinya berjalan menghampirinya dengan pisau berdarah di tangan kanannya serta darah yang membasahi mulutnya. Sedetik kemudian Ardhani berteriak keras dan kemudian lari sekencang-kencangnya kearah pintu depan. Ayah tiri Ardhani yang menghampirinya sontak mengejarnya dengan pisau di tangan kanannya.

Ardhani mendorong pintu rumahnya dengan keras. Dia terus berlari kearah jalan raya dimana sangat ramai lalu lintasnya, dipenuhi oleh kendaraan yang dibawa oleh pengemudinya ke kantor atau ke tempat lainnya. Beberapa detik kemudian terdengar suara rem dan gesekan ban dengan jalan yang kemudian disusul dengan jatuhnya Ardhani di jalan aspal. Massa sontak berkerumun karena kejadian tersebut dan terlihat Ardhani terbujur kaku karena tewas tertabrak sebuah mobil yang akhirnya diketahui sebagai sedan mewah berwarna hitam.

Kondisi hening sejenak ketika tiba-tiba terdengar keributan di depan rumah Ardhani. Terlihat 3 orang lelaki mengeroyok seorang laki-laki yang memegang sebuah pisau berdarah di tangan kanannya. Salah satu pria yang mengeroyok terlihat lengannya terkoyak pisau dan berdarah. Melihat hal tersebut di atas, lelaki temannya memukul rahang kiri lelaki berpisau tersebut di atas, yang diketahui sebagai ayah tirinya Ardhani, sehingga terhuyung ke belakang.

Tiba-tiba dari kerumunan masa menyeruak seorang lelaki bertubuh kurus barkaos oblong dengan pisau aneh, seperti sebuah pisau yang sengaja dirancang untuk membunuh manusia, di tangan kananya, berlari sangat cepat ke arah ayah Ardhani yang sedang terhuyung kebelakang, dan kemudian menusuknya tepat di ulu hatinya.

Terjadi pergulatan sesaat, dan setelah tiga tusukan diterima oleh ayah Ardhani, dia pun tersungkur di depan 3 orang laki-laki yang mengeroyoknya. Lelaki yang membunuhnya lantas berlari sangat cepat, melompati pagar yang tidak terlalu tinggi dan kemudian menghilang.

Rumah Ardhani menjadi kosong karena 4 orang penghuninya mati, termasuk ayah tiri Ardhani yang diduga merupakan seorang maniak pembunuh yang mengerikan yang akhirnya dibantai oleh seorang lelaki misterius yang tidak ada seorangpun yang mengenalnya.

TAMAT

This content was posted on at Cerpen by Bagus Humawan