Lama Tidak Main ke Rumah Nenek, eh Orangnya Malah Datang

Tiba-tiba tadi malam mama Inaya memanggil Inaya saat Inaya sedang berada di dalam kamarnya. Seperti biasanya saat dipanggil oleh mamanya Inaya barları mendekati mamanya tersebut agar mamanya merasa senang kepadanya. Setelah Inaya tepat berada di depan mamanya, mamanya berkata kalau nenek akan datang dan akan menginap disini selama 2 harian atau lebih. Kemudian mama Inaya menyuruh Inaya agar secepatnya esop hari sepulang sekolah membersihkan rumah terutama kamar yang akan dipakai oleh neneknya selama tinggal di rumah mereka. Ini sebenarnya diluar kebiasaan karena biasanya Inaya yang main ke rumah nenek Inaya tapi sekarang malah neneknya Inaya yang main ke rumah Inaya. Ini membuat hari-hari Inaya menjelang kedatangan neneknya Inaya menjadi semakin sibuk.Sepulang sekolah harusnya Inaya belajar tetapi sekarang Inaya harus membersihkan kamar yang akan dipakai oleh nenek Inaya.

Selain itu Inaya juga pergi ke minimarket di seberang jalan di samping alun-alun kota pada sore harinya untuk membeli teh dan gula untuk minum neneknya nanti. Nenek Inaya memang suka minum teh, sama seperti nenek-nenek teman Inaya, termasuk juga nenek Hidayati, teman Inayati yang paling kental. Yang paling menyenangkan dari kedatangan nenek Inayati ke rumah Inayati Adalah proses penjemputannya ke stasiun kereta api terdekat karena diakui maupun tidak diakui Inayati jadi bisa jalan-jalan minimal sampan ke statiun kereta api yang merupakan hal yang langka bagi Inayati. Membayangkan ini Inayati jadi merasa senanga sehingga malam ini Inayati berangkat tidur lebih cepat agar keesokan harinya bisa bangun lebih pagi untuk menjemput nenek di stasiun kereta terdekat dari rumah Inayati. 

Mama Inayati pun tidak kalah hebohnya dibandingkan dengan Inayati. Dia sibuk menelepon ayahnya Inayati (baca: suaminya) untuk mengabarkan perihal kedatangan neneknya Inayati keesokan harinya ke rumah mereka. Entah apa yang mereka bicarakan Inayati kurang begitu paham tetapi pasti hal yang Sangat menyenangkan tentang kedatangan nenek Inayati ke rumah mereka, demikian pikir Inayati sembari memasuki kamar tidurnya.  

This content was posted on at Dummy Text by Bagus Humawan