Mengantarkan Mama ke Pasar Menggunakan Sepeda Motor

Sepeda motor milik mama Inaya seakan-akan melambai-lambai kepada Inaya minta untuk digunakan pagi itu. Inaya jadi teringat kalau dia berniat akan mengantarkan mamanya pagi itu ke pasar. Di pasar Inaya akan membeli beberapa bahan pangan seperti gula, tepung terigu, tepung bumbu, dan lain-lain untuk menyambut kedatangan nenek Inaya 2 hari lagi. Rencananya Inaya akan membuat bakwan sayur dari tepung terigu, wortel, kol, Serta sayur-sayuran lainnya yang memang biasanya digunakan untuk membuat bakwan sayur. Inaya kemudian menghampiri sepeda motor milik mamanya itu. Sepeda motor itu dulunya dibeli mamanya bukan dalam kendisi baru melainkan dalam kondisi bekas. Meskipun sepeda motor milik mama Inaya itu termasuk motor bekas, namun kondisinya tidaklah jelek-jelek amat. Cuma memang di beberapa tempat terdapat göresin seperti habis menyerempet sesuatu. Juga kaca spionnya yang sebelah kanan sudan pecah. Hal yang bisa dimaafkan untuk sebuah motor bekas.

Inaya kemudian mengelap sepeda motor milik mamanya tersebut diatas dengan menggunakan kain lembut yang dulunya merupakan kaos harian milik Inaya yang kini telah dialih-fungsikan menjadi kain lap motor atas persetujuan mama Inaya. Inaya mengelap sepeda motor milik mamanya secara hati-hati sampái bersih. Tidak satupun area di bodi sepeda motor tersebut yang tidak dilap oleh Inaya kecuali tempat-tempat sempit yang susah dijangkau oleh tangan Inaya. Setelah beberapa menit berlalu, sepeda motor honda milik mama Inaya tersebut diatas sudah selesai dilap oleh Inaya sehingga nampak bersih...

Memang benarlah Inaya adalah seorang anak perempuan. Namun hal tersebut tidak bisa menghalanginya dari menyelesaikan pekerjaan yang berat dan kotor seperti saat dirinya mengelap sepeda motor honda milik mamanya tadi. Hal ini merupakan sebuah watak yang sangat disukai oleh mamanya Inaya. Nenek Inaya juga entah mengapa ikut-ikutan mamanya inaya menyukai watak Inaya yang satu ini, namun demikian Inaya, sama seperti anak perempuan lainnya, tidaklah terlalu memikirkan hal seperti ini. Hanya saja Inaya selalu berharap dan berdoa kepada kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar selalu disukai oleh mereka berdua itu selamanya...

This content was posted on at Dummy Text by Bagus Humawan