Pekerjaan Perkerasan Jalan di Dekat Pasar Kabupaten

Inaya yang memboncengkan mamanya menggunakan sepeda motor belok ke kiri melewati gang sempit, yang biasa juga disebut sebagai jalan tikus oleh sebagian pengguna jalan yang mengendarai mobil. Di perempatan jalan yang pertama kali ditemuinya Inaya belok kanan kearah pasar terbesar di kabupaten tempat tinggalnya. Setelah sukses belok kanan, 250 meter lagi Inaya akan sampai ke jalan raya. Jalan raya yang akan dilewati oleh Inaya dan ibunya itu merupakan jalan beton, berbeda dengan jalan yang dilewatinya ini yang merupakan jalan aspal biasa. Jalan yang dilewati mereka berdua sejauh ini masih rata dan bagus. Setelah sampai di pertigaan jalan aspal dengan jalan beton, Inaya belok kanan lagi. Inaya memandang kedepan dan ternyata ada pekerjaan perkerasan jalan yang dilakukan pemborong jalan raya yang merupakan rekanan dari DLLAJR (Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya). Ini bisa diketahui dengan mudah oleh Inaya karena adanya plang nama pekerjaan, nama pemborong, serta nama DLLAJR dibawahnya. Maka dari itu dengan penuh kesadaran Inaya menjalankan sepeda motornya secara perlahan mengikuti antrian karena kondisi jalan raya yang menyempit.

Mama Inaya menaruh sejumlah uang ke kaleng bekas cat yang diacungkan oleh anak lelaki seumuran Inaya namun kelihatannya merupakan pekerja dari kegiatan perkerasan jalan yang sedang berlangsung tersebut di atas. Anak lelaki tersebut di atas mengucapkan terima kasih kepada mamanya Inaya yang baik hati. Inaya terus membawa sepeda motor honda milik mamanya tersebut kearah pasar tanpa berhenti. Sesampainya di depan pasar, sambil masih mengendarai sepeda motor tersebut di atas, Inaya mencari-cari tempat kosong di sela-sela deretan sepeda motor yang sedang diparkir di depan pasar. Setelah menemukannya, Inaya membelokkan motornya secara hati-hati dan mengeremnya sesaat setelah posisi sepeda motornya lurus dengan sepeda motor lainnya.

Mama Inaya kemudian turun dari jok sepeda motor setelah sepeda motor yang ditumpanginya benar-benar berhenti. Kemudian, Inaya juga turun dari jok sepeda motornya yang berwarna hitam. Sebelum meninggalkan sepeda motornya Inaya memastikan bahwa tidak ada barang berharga milik Inaya maupun milik mamanya yang tertinggal. Setelah itu, Inaya mengunci setang sepeda motornya dengan baik. Selanjutnya, Inaya dan mamanya bergandengan tangan menuju pintu pasar.

This content was posted on at Dummy Text by Bagus Humawan