Saatnya Kembali Tidur di Atas Kasur Kapuk

Kasur kapuk merupakan tempat ternyaman yang pernah ada dalam hidup Inaya. Bagaimana tidak? Setiap kali Inaya merebahkan diri diatas kasur kapuk miliknya, dalam waktu beberapa menit saja Inaya sudah merasa diterbangkan ke alam mimpi oleh kasur kapuk miliknya tersebut di atas. Ukuran kasur kapuk milik Inaya tersebut di atas juga sangat pas dengan ukuran tubuh Inaya yang tidak terlalu besar namun cukup tinggi jika dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Namun demikian, sebagian besar teman-teman sebayanya Inaya lebih pintar daripada Inaya, bahkan ada yang sangat pintar sekali jika dibandingkan dengan diri Inaya. Namun demikian hal ini tidaklah menjadi ganjalan di hati Inaya karena meskipun nilai matematikanya cuma 6 tetapi tidaklah membuat dirinya dijauhi oleh teman-temannya yang nilai matematika 8 keatas...

Setelah selesai membuat 1 postingan tentang cara membuat udang goreng tepung di wordpress miliknya, Inaya logout wordpress kesayangannya. Selanjutnya Inaya menutup browser serta folder image miliknya sebelum pada akhirnya shutdown PC nya karena sudah tidak ada yang perlu dikerjakannya lagi malam itu. PC milik Inaya mati tidak terlalu cepat, membutuhkan waktu sekurang-kurangnya 30 detik. Meskipun PC milik Inaya tersebut di atas termasuk lemot, namun Inaya senantiasa mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maka Kuasa yang telah mengaruniainya rezeki yang sangat bermanfaat baginya ini, paling tidak dengan menggunakannya Inaya bisa mengimbangi kepintaran Hidayati dalam hal membuat wordpress.

Sebelum berangkat tidur diatas kasur kapuk miliknya yang terlihat nyaman tersebut di atas, Inaya membersihkannya dengan cara menepuk-nepuknya menggunakan penggebuk kasur yang terbuat dari rotan, kemudian mengibaskan spreinya agar kotoran yang tadi terlepas bisa hilang dan kasurnya menjadi bersih kembali. Selesai dikibaskan oleh Inaya, sprei tersebut diatas kemudian dipasangnya kembali diatas kasur kapuk tersebut di atas. Kemudian Inaya mengambil bantal kapuk miliknya yang tadi digunakannya sebagai bahan pelukan diatas kursi yang ada di depan meja PC miliknya yang kemudian secara hati-hati ditaruhnya di atas kasur kapuk tadi, tepat di ujungnya yang dekat dengan dinding kamarnya.

This content was posted on at Dummy Text by Bagus Humawan