Telur Geprek Berkali-kali atau Ayam Penyet Sekali?

Ayam bangkok betina milik Inaya tersebut diam saja ketika ditangkap oleh Inaya dengan kedua tangannya. Kemudian Inaya berdiri dan membawa ayam bangkok betina tersebut ke kandangnya. Setelah dimasukkan kedalam kandangnya dengan baik, Inaya menutup pintu kandangnya secara sempurna. Ayam betina yang ada di dalam kandangnya itu menatap Inaya, seakan-akan dia tahu kalau tidak disembelih oleh Inaya berarti telurnya akan diambil olehnya, tinggal menunggu waktu saja. Memang benarlah di saat itu Inaya sedang berpikir keras kenapa ayam betinanya ini belum bertelur-telur juga. Kalau dalam beberapa hari kedepan dia tidak bertelur juga, Inaya akan mengusulkan kepada mamanya untuk menyembelihnya saja terus dijadikan ayam penyet daripada hanya menghabis pakan ayam saja. Sembari berpikir demikian, Inaya berdiri dan kemudian pergi meninggalkan ayamnya sendirian di dalam kandangnya.

Seusai mandi seperti biasanya, Inaya duduk di depan meja makan untuk makan bersama-sama dengan mamanya. Ayah Inaya sedang ditugaskan oleh kantornya utnuk bekerja di luar negeri selama setahun jadi tidak nampak duduk di depan meja makan seperti mamanya. Selesai makan Inaya mencuci piring dan gelas dan kemudian merapikan meja makannya. Setelah semua terlihat rapi dan bersih, Inaya pergi ke kamarnya  untuk beristirahat sejenak sebelum memeriksa jadwal pelajaran serta tugas yang diberikan oleh gurunya tadi pagi. 

Beberapa hari berlalu hingga akhirnya ayam bangkok betina milik Inaya mulai bertelur. Sehari satu butir telur telah dihasilkan oleh ayam betina tersebut. Itu artinya Inaya bisa membuat telur geprek sehari satu kali. Lumayan lezat. Apalagi masaknya kan cuma diceplok saja kemudian dicampur dengan sambal yang dibumbui bawang putih maka jadilah telur geprek kesukaan Inaya. Hanya saja tiba-tiba terbersit dalam benak Inaya bagaimana seandainya telur tersebut dibiarkan saja sampai menetas menjadi anak ayam? Toh dirinya sudah sering makan telur ayam yang diceplok maupun digeprek atau pula didadar, bukan? Kalau misalnya ayam betina tersebut sudah bertelur selusin, maka tentunya dia akan mengeraminya sehingga menetas menjadi anak ayam. Kalau selusin anak ayam bisa besar semua tentunya Inaya akan punya 13 ekor ayam bukan? Memiliki pikiran seperti itu membuat Inaya sangat bersemangat menunggu ayam betinanya bekerja menghasilkan telur untuknya sehari satu kali serta membuatnya menunda keinginan untuk membuat telur geprek darinya sampai waktu yang belum diketahui apalagi direncanakan oleh Inaya.

This content was posted on at Dummy Text by Bagus Humawan